Showing posts with label aku dan rasaku... Show all posts
Showing posts with label aku dan rasaku... Show all posts
semoga kamu
;)
Kemarin, aku lihat 2 ranting patah, yg satu karena sudah tua, yang satu lagi karena tak kuasa bertahan, mau jadi yg mana?
keluarga kecil baruku :)
luka didagu
kemaren ada yang tanya dagu aku kenapa..
well, biarin aku cerita sedikit..
well, biarin aku cerita sedikit..
Yang aku inget Cuma…
waktu itu abi bawa aku dipundaknya..
waktu itu abi bawa aku dipundaknya..
“kita mau mandi” katanya
Aku selalu senang waktu abi bawa aku dipundaknya..
aku merasa paliiiiiiing tinggi…
tapi waktu itu, mungkin abi lupa kalo abi bawa aku di pundaknya..
dagunya dicium pintu :D
aku merasa paliiiiiiing tinggi…
tapi waktu itu, mungkin abi lupa kalo abi bawa aku di pundaknya..
dagunya dicium pintu :D
Bekasnya gak bias ilang..
aku gak salahin abi karena abi kasih aku luka itu..
toh lukanya gak buat aku tambah jelek..
aku gak salahin abi karena abi kasih aku luka itu..
toh lukanya gak buat aku tambah jelek..
Aku tetep cantik J
Dan karena luka itu aku tau..
Setiap kali aku senang berada diatas,
Akan ada sesuatu yang keras membentur, berusaha
menjatuhkan..
you know what I mean
;)
you know what I mean
;)
Sekarang aku sebut luka didagunya sebagai “Luka pembelajaran”
:D
kamu tetep bisa liat lukanya sekarang ;)
kamu tetep bisa liat lukanya sekarang ;)
untittled
Tuhan dan jalan pulang
Baru pulang setelah menjelajah kota Depok..
*mikir bentar*
"Heran sama orang-orang yang takut nyasar..
Pasti sebelum berangkat dia gak baca do'a, gak percaya kalo tuhannya bakal ngejaga..
Well, untung aku percaya..
dan selalu selamat kembali..
Thanks GOD..
*mikir bentar*
"Heran sama orang-orang yang takut nyasar..
Pasti sebelum berangkat dia gak baca do'a, gak percaya kalo tuhannya bakal ngejaga..
Well, untung aku percaya..
dan selalu selamat kembali..
Thanks GOD..
penghangat :))
Dear kamu yang cool, minta tampooooolll..
Kadang aku harus jadi penghangat yang baik, jika suatu saat kamu mulai merasa dingin dengan diri sendiri. :))
Kadang aku harus jadi penghangat yang baik, jika suatu saat kamu mulai merasa dingin dengan diri sendiri. :))
sajak-sajak kecil (part V)
maaf aku belum sempat menemuimu dengan mata,
hanya sesekali menyentuhmu dengan kata.
maka, izinkanlah aku menjagamu dengan cinta.
dedicated for @bennyfreaks (´⌣`ʃƪ)
hanya sesekali menyentuhmu dengan kata.
maka, izinkanlah aku menjagamu dengan cinta.
dedicated for @bennyfreaks (´⌣`ʃƪ)
menemukan dalam sebuah draft
dear ----y,
rajaku yang tampan, pandai dan bijaksana.
kerajaan cinta kita diserang ribuan rindu.
kembali datang, bawa serta ragamu.
with all my love
ratumu :*
rajaku yang tampan, pandai dan bijaksana.
kerajaan cinta kita diserang ribuan rindu.
kembali datang, bawa serta ragamu.
with all my love
ratumu :*
apa? siapa?
aku serupa gelandangan peminta-minta.
mengetuk setiap jiwa yang meradang duka.
memunguti remah cerca tiap kepala.
mengahadap siapa saja yang mungkin iba.
aku serupa ilmuwan gila.
merengguk cawan demi cawan membabi buta.
meledakkan sisi kelam dalam gulita.
aku serupa awan diudara.
hendak menumpahkan kecewa dalam sebuah telaga.
mengguyur hati-hati yang tak bernyawa.
aku, serupa apapun nantinya.
tak hendak menolak takdir yang sama.
jatuh kepadamu untuk kesekian kalinya, dalam cinta.
mengetuk setiap jiwa yang meradang duka.
memunguti remah cerca tiap kepala.
mengahadap siapa saja yang mungkin iba.
aku serupa ilmuwan gila.
merengguk cawan demi cawan membabi buta.
meledakkan sisi kelam dalam gulita.
aku serupa awan diudara.
hendak menumpahkan kecewa dalam sebuah telaga.
mengguyur hati-hati yang tak bernyawa.
aku, serupa apapun nantinya.
tak hendak menolak takdir yang sama.
jatuh kepadamu untuk kesekian kalinya, dalam cinta.
hangat :))
sajak-sajak kecil (part IV)
aku kehabisan kata, untuk mengucap kecewa.
harus aku sebut apa?
untuk rasa yang menembus cnta menjadi kepingan-kepingan kecil tak berwarna
harus aku sebut apa?
untuk rasa yang menembus cnta menjadi kepingan-kepingan kecil tak berwarna
selamat pagi!
"Selamat Pagi!
Aku tahu mungkin di tempat kalian saat ini sedang siang, sore, atau malah malam. Di tempatku saat mengakhiri kisah ini juga sedang senja. Pukul 17.40. Matahari hampir tenggelam di kaki cakrawala yang kali ini terlihat begitu indah. Tidak ada gedung-gedung pencakar langit yang menghalangi. Tidak ada langit kota kotor nan kelabu seperti biasanya. Yang ada hanyalah hamparan lautan membentang luas sepanjang mata memandang. Suara ombak menghantam cadas bebatuan menambah magis senja. Aku persis berada di tubir cadas pantai setinggi tiga puluh meter. Duduk di bangunan kecil tanpa dinding beratap rumbia 16 bungalow.
Selamat Pagi!
Bagiku waktu selalu pagi. Di antara seluruh potongan 24 jam sehari, bagiku pagi adalah waktu terindah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan, ketika harapan-harapan baru merekah seiring kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari lagi yang melelahkan telah terlampaui. Pagi, berarti satu malam lagi dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati. Malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan dan helaan napas tertahan...."
dari bang tere di novelnya SENJA BERSAMA ROSSIE
kamu
apa?
* Jika anak
dibesarkan dengan celaan, ia
belajar memaki.
* Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
* Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah.
* Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri.
* Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri.
* Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah.
* Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
* Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
* Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
* Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mengasihi.
* Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi.
* Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan.
* Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan.
* Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan.
* Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan.
* Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan kasih dalam kehidupan.
* Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar damai dengan pikiran.
gw? dengan apa?
* Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
* Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah.
* Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri.
* Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri.
* Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah.
* Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
* Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
* Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
* Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mengasihi.
* Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi.
* Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan.
* Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan.
* Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan.
* Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan.
* Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan kasih dalam kehidupan.
* Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar damai dengan pikiran.
gw? dengan apa?
sajak-sajak kecil (part III)
aku hanya sedang mengisi tangki kebencian dengan berjuta-juta nama kamu.
menendang semua kebaikanmu dengan paksa.
aku hanya tak ingin menyimpannya.
tak ingin memeliharanya untuk waktu yang lebih lama.
karena aku tahu, aku sia-sia.
menendang semua kebaikanmu dengan paksa.
aku hanya tak ingin menyimpannya.
tak ingin memeliharanya untuk waktu yang lebih lama.
karena aku tahu, aku sia-sia.
sajak-sajak kecil (part II)
aku adalah aku yang sedang berusaha menemukanmu.
kamu adalah kamu yang sedang menanti kutemukanmu.
kamu adalah kamu yang sedang menanti kutemukanmu.
sajak-sajak kecil (part I)
kamu itu seperti mobil-mobilan mainan kecil yang hilir mudik di kakiku.
terkadang aku hanya butuh mengangkat kaki, bahkan terlonjak menghindarimu.
saat kesal, bisa saja aku menghancurkanmu dengan satu hentakan keras.
herannya, kamu selalu punya cadangan yang baru untuk terus mengusikku
hingga aku mulai tertarik, merunduk lantas mengambilmu.
terkadang aku hanya butuh mengangkat kaki, bahkan terlonjak menghindarimu.
saat kesal, bisa saja aku menghancurkanmu dengan satu hentakan keras.
herannya, kamu selalu punya cadangan yang baru untuk terus mengusikku
hingga aku mulai tertarik, merunduk lantas mengambilmu.
dunia yang lengang
sebuah usaha, agar orang-orang
lebih banyak bicara dengan mata,
pemerintah membuat aturan ketat:
setiap orang hanya berhak memakai
seratus tiga puluh kata per hari, pas.
jika telepon berdering, aku meletakkan
gagangnya di telingaku tanpa menyebut halo.
di restoran aku menggunakan jari telunjuk
memesan mi atau coto makassar. aku secermat
mungkin melatih diri patuh aturan dan berhemat.
tengah malam, aku telepon nomor kekasihku
di jakarta, dengan bangga aku bilang padanya:
aku menggunakan delapan puluh sembilan
kata hari ini. sisanya kusimpan untukmu.
jika ia tak menjawab, aku tahu, pasti
ia telah menghabiskan semua jatahnya,
maka aku pelan-pelan berbisik: aku
mencintaimu. sebanyak lima belas kali.
setelah itu, kami hanya duduk membiarkan
gagang telepon di telinga kami dan saling
mendengar dengus napas masing-masing.
*
copied from huruf kecil
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)






















